biruitublue

biruitublue:

muufid:

Dalam serakan jutaan anak manusia yang berbeda, radar kami saling mengenali. Hingga akhirnya, saling terikat. Menjelma cinta

Sujud yang sama, langkah kaki diliku yang sama, ternyata membuat kami seirama. Mimpi besar kamipun sama. Syurga, yang kadang membuat luka menganga, menjadi tak terasa.

Kami dekat.

Karena yang erat ini adalah atas kuasa-Mu, kami tak layak untuk pongah, merasa sudah dekat, hingga tak lagi merapal mantra perekat disetiap sujud kami. Kami minta didekatkan ya Allah. Hingga kelak. Hingga satu persatu dari kami menggapai mimpi. Hingga satu persatu dari kami menggamit mesra tangan seseorang disisi kiri. Hingga kaki-kaki mungil berlarian disejajar kami. Hingga keriput menjadi penghias abadi wajah kami. Hingga satu persatu dari kami, akhirnya pergi…

Dalam setiap langkah kami saat ini, seringnya kami takjub atas kejutan yang datang silih berganti dari-Mu. Dan keajaiban selalu hadir dalam setiap luka hingga ia menjadi tawa. Tuhan, Engkaulah sebaik-baik pembela kami. Engkaulah sebaik-baik pelindung kami. Jaga kami. Jaga kami dijalan ini, dalam irama hentakan kaki, dan barisan yang rapi.

Dalam tapak beriringan ini, tentu saja ada beda. Ada kecewa. Ada kening berkerut, ada jarak tercipta. Akhirnya jadi jeda. Jeda itulah keajaiban-Mu. Karena dalam jeda itu, buru-buru ada rindu, yang membuat beda tak lagi menjadi apa. Senyum kembali menyapa.
_______________________________________________________
14 April. Senja tadi, tak sampai satu jam.
Tak ada aktivitas istimewa. Hanya bercengkerama, bercanda, lalu bertukar kado. Kado biasa, tak mahal harganya.
Terima kasih. Terimasih.

Selalu sayang kalian,my supersister..
Semoga petunjuk-Nya membawa kita ke surga.
Entah sampai kapan kita masih bisa makan bareng seperti saat ini.. :-*

Thought via Path

Kebiasaan orang indonesia yang harusnya mulai dihilangkan oleh gelombang ke-4 nanti, terutama soal pendidikan, adalah: jangan samakan standar keberhasilan semua anak. Plis. Semua punya tempatnya masing2. Setiap anak punya kelebihan masing2. Setiap anak punya potensi masing2. Jangan batasi itu hanya dengan ujian tulis matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris, dan ilmu pengetahuan saja. Heloh. Gue lagi liberal.. XD – Read on Path.

Thought via Path

Sedih aja ada yg menjastifikasi dengan dangkal karena kita sedang melakukan hal yang “ga produktif” untuk ukuran orang2 tertentu. baiklah. Sore tadi sudah cukup bagi saya untuk berhenti mengikuti kedangkalan2 itu dengan tidak perlu terlihat di depan mereka yang “selalu produktif”. Avoid? Enggak. Saya bukan orang selemah itu. Saya hanya tidak ingin melihat bumi dari sudut pandang langit saja. Maka tak perlu bingung jika ada yang resist dengan hal2 semacam ini dan kemudian dengan bangga meninggalkannya. Selamat merawat akal sehat :) – Read on Path.